//
you're reading...
about my hearth

Ada Masalah???

Ketika sang ajal menjemput, mungkin rasanya seperti ini, sakit dan perih, bahkan mungkin lebih sakit. Ampuni hambamu ini ya Allah, aku yakin Engkau tidak memberi cobaan yang lebih dari kemampuan seorang hambaNya. Begitu banyak masalah yang harus aku hadapi, kuat atau tidak kuat tetep harus aku selesaikan karena aku yakin ini baik buatku nantinya. Kuatkanlah hambamu ini Ya Allah!

Wajar seorang hambanya mendapat ujian dari Allah, tapi kita tetep harus bersyukur ketika mendapat ujian dari Allah, karena kita masih diperhatikan olah Allah.Amin!

Em,,,mungkin bermanfaat untuk diriku dan teman-teman yang membacanya, ada sedikit cara untuk menyelesaikan masalah nih.

Dalam pengalaman aku belajar dan berinteraksi dengan banyak orang, aku amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik anak muda ataupun yg sudah bekerja. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).

Pendekatan Reactive

Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap apaun, karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini kita mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:

* Begitu masalah datang kita cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
* Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
* Kita akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
* Karena masalah dilihat sebagai ancaman, kita akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.

Pendekatan Receptive

Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:

Ketika masalah datang, kita mengenalinya dan menggunakan pendekatan:

* Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, kita percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
* Kita fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian kita mengambil alih kontrol dari dalam diri kita sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
* Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Kita melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup kita.

Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Kita tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri kita responsif terhadap semua yang kita perlukan untuk mengundang solusi.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang kita cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, kita hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan kita dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.

Dengan pendekatan receptive, kita menerima dan menyadari bahwa pasangan kita sedang marah. Kita fokuskan energi kita untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. kita tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku kita. Kita akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri kita berkembang. kita membuat kualitas positif dari diri kita muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan kita niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.

Pendekatan receptive ini bisa kita praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya kita membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga kita tidak merasa terbebani. Latih diri kita untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri kita pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.

About these ads

About aakbetmen

ada deh

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: