//
you're reading...
religion

Sulaman indah

Sering kita memandang kehidupan orang lain, jauh lebih baik dari kehidupan kita. Orang lain sungguh enak, punya pekerjaan yang tetap, setiap bulan terjamin kehidupannya. Punya gaji lumayan, punya rumah, mobil, motor dan sebagainya. Karir jabatan yang baik. Usaha yang lancar. Keluarga yang rukun dan bahagia. Bisa pergi haji berulang-ulang dsb.

Sementara kehidupan sebagian kita, dirasa tidak nyaman, harta pas-pasan. Pekerjaan tidak tetap, dan sulit dapat pekerjaan. Anggota keluarga sering sakit, bergantian dan butuh biaya besar. Belum lagi sanak saudara yang rajin membawa masalah. Bahkan mungkin kita terlahir tanpa pernah melihat ayah dan ibu, apalagi merasakan kasih sayangnya, dan kita dibesarkan dipanti asuhan. Lebih berat lagi, mungkin kita terlahir cacat. Rasanya berat sekali menjalani kehidupan yang tideak beruntung ini.

Satu pemikiraqn di masyarakat umum yang berkembang dan sepertinya telah menjadi kefahaman, bahwaq kita harus mengejar SUKSES, SUKSES, SUKSES ( di dunia, dalam arti materi ). Sehingga banyak dikalangan umum sudah tideak ada bedanya antara pencuri, pelacur, preman , pedagang, pejabat, pengusaha, aparat, pegawai, guru dan juga dosen, bahkan orang yang hafal firman-firman Allah. Semuanya mengejar uang, uang dean uang, harta, harta dan harta.

Tidak sedikit yang membuat proposal program mengatas namakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menuntaskan kemiskinan umat, padahal semua itu tidak lebih untuk menimbun pundi pribadi sebanyak-banyaknya. Entah bagaimana caranya. Masa bodoh apakah itu diperoleh dengan cara yang halal dan toyib atau haram.

Lantas apakah tatkala kehidupan yang dijalani ini dirasa tampak buruk, adalah juga buruk di mata Allah, dan sebaliknya. Kehidupan seseorang sepertinya nyaman dan enak , adalah merupakan kehidupan yang baik juga dihadapan Allah SWT??? Yang pada akhirnya seolah-olah, keduanya menggambarkan kehidupan akhir kita nanti di neraka atau jannah.

Mari kita lihat sebuah karya lukisan tangan di atas. Indah sekali hasil kreatifitas tangan-tangan yang terampil, telaten dan sabar. Dengan komposisi benang wol yang berwarna-warni, tampak hiduplah gambar tersebut.

Nah sekarang lihatlah bagian belakang sulaman tersebut. Ternyata agak semrawut. Simpul-simpul sambungan benang yang sangat banyak. Pola tarikan benang yang tidak sama, ada yang panjang dan ada yang pendek. Sangat tidak menarik.

Inilah salah satu contoh gambaran tentang kehidupan kita. Bisa jadi kehidupan itu seperti bagian belakang sulaman. Buruk tampaknya, sambung sana sini, simpul sana sini. Ada banyak keruwetan. Namun jika kehidupan yang kita jalani, kita sabar melakoni, ikhlas, selalu berusaha dengan niat yang terbaik dalam segala usaha. Meskipun sering tersandung atau terhalangi bermacam-macam masalah, bisa jadi di hadapan Allah SWT, akan tampak seperti bagian atas sulaman yang indah.

About aakbetmen

ada deh

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: